My Book Note

My Book Note
The best friend is book
Tampilkan postingan dengan label Grasindo Publishing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Grasindo Publishing. Tampilkan semua postingan

LAST JOURNEY

0
| Senin, 22 Februari 2016

LAST JOURNEY



Editor : Cicilia Prima

Desainer Kover : Jang Shan & Ivana PD

Ilustrator isi : Mico Prasetya

Penata isi : Yusuf Pramono

Cetakan : Pertama, November 2015

ISBN : 978-602-375-265-2


Jika sehari terdiri dari 24 jam atau 1.440 menit atau 86.400 detik. Setidaknya, aku telah bernapas di muka bumi ini selama 528 jam atau 31.680 menit atau 1.900.800 detik.

Luar biasa bukan?

Namun, pertanyaan yang muncul di benakku sejak satu bulan yang lalu adalah berapa lama lagi jam biologisku akan berdetak mengikuti detik jam yang ada?

By the way, namaku Erika Natalia. Aku mahasiswi tingkat akhir Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Aku penderita leukimia kronis. Bisa jadi, Korea Selatan adalah perjalanan terakhirku!

*****

"Apa dosaku? Apa salahku?" (hal. 9)

Erika divonis menderita penyakit leukimia kronis. Selama dua bulan dia merasa dunia tidak lagi berpihak padanya. Dia yakin bahwa saat ini tidak akan ada lagi yang membantu hidupnya. Erika dibalut rasa kegelapan dan kengerian seakan masa depan tidak pernah lagi mengenggam impian-impiannya hingga dia dipertemukan oleh seseorang bernama Theo di suatu tempat yang tidak pernah sekalipun dia duga sebelumnya. 

"Hidup adalah rangkaian pelajaran yang harus dijalani untuk dipahami (cited Hellen Keller) dan selama proses itu berlangsung, Tuhan akan selalu menjaga dan melindungiku." (hal. 21)

Erika memilih Korea Selatan sebagai tempat pelarian dari keluarga dan juga kehidupannya di Jakarta. Dia merasa sesak terus dikasihani dan diberi perhatian lebih oleh kedua orang tua bahkan keluarga besarnya. Dia ingin menenangkan diri. Berharap Korea Selatan dapat memberikan jawaban atas segala pertanyaan yang terus berkecamuk dalam dirinya.

"Jika aku percaya bisa sembuh, apakah aku akan benar-benar sembuh?" (hal. 36)

Tapi, tetap saja jawaban itu tak kunjung datang malah semakin membebani hari-harinya dan dia terus merasa bersalah atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Walaupun keberadaan Theo selalu menghangatkan hatinya, masih ada ruang dalam hati Erika terkunci erat kegelisahan seandainya Theo tahu apa yang saat ini Erika hadapi.

"Karena perjalanan kita setiap hari sangat berharga -- kita harus berusaha menciptakannya sebagai sebuah karya besar. Setiap hari, setiap kali hilang, hilang selamanya. (cited John Wooden)" (hal. 71)

Erika sadar bahwa rencana Tuhan selalu baik adanya. Dia memiliki mimpi dan orang-orang yang begitu menyayanginya. Erika berjanji pada dirinya, dia tidak akan pernah berhenti berjuang melawan penyakitnya. Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan. Tuhan tidak akan pernah memberi cobaan kepada umat-Nya melebihi batasan kemampuan manusia. Tuhan sedang menguji Erika. Theo adalah hadiah terbesar yang Tuhan berikan pada Erika di saat  dia mengalami keterpurukan.

"Terima kasih Tuhan, untuk seorang Theo yang mencintaiku apa adanya." (hal. 101)

*****

Yeiiiiii ... Akhirnya dapat juga nih novelnya. Pertama kali launching aku udah penginnn bangetts sama novel Kak Evi yang satu ini. Beberapa kali ikutan giveaway masih belum beruntung. Akhirnya, Tuhan kasih aku rejeki dan kebeli juga novel "Last Journey". Betapa terkejutnya aku sewaktu membuka lembar pertama itu adalah comment dari para senior blogger. Wah ... Kak Evi memang benar-benar menghargai para blogger di Indonesia. Salut buat Kak Evi. Aku juga dibuat jatuh cinta oleh kehangatan Theo dan perjuangan Erika. Amazing. Ternyata peribahasa dari mata jatuh ke hati ntu nggak pernah salah...

  • Dari segi cover : Warnanya yang pinky bangettt (my favourite) dan seorang wanita duduk sambil memeluk tas ransel serta tidak lupa juga koper biru yang manis di sebelahnya. Aku penasaran sih kak Evi kok ada gambar pororo di kopernya? Heheheee 
  • Dari segi tema : I love that. Secara tidak langsung kak Evi memberikan semangat pada para pembaca bahwa di dunia ini masih banyak yang jauh lebih menderita. Tuhan tidak akan pernah menutup mata tergantung kita sendiri mau berusaha dan tidak lupa juga selalu berdoa serta mengucap syukur.
  • Dari segi tokoh : Memorable bangetttss, termasuk Linda dan Herman, Anita dan James, Melisa dan Hari. Meskipun porsinya lebih sedikit tapi Kak Evi memberikan sentuhan manis dalam setiap karakter mereka. Bukan sekedar tempelan atau pemeran figuran saja.
  • Dari segi alur : Alurnya maju sama seperti Erika yang berusaha untuk terus maju dan menggapai mimpinya.
  • Dari segi setting : Wah ... Aku serasa diajak berkeliling Korea Selatan nih. Ada jadwal tournya lhooo di bagian awal novel. Aku palingggg terpesona dengan keindahan Mt. Seoraksan. Apalagiiii ....... Hohohohooooo
  • Dari segi kesalahan : Meskipun ada beberapa typo sih kak Evi, tetap nggak mempengaruhi dan bikin aku bingung kok. Hanya salah penulisan saja. 



Pinjem kaca mata mama. Hueheheeee






Untuk perjuangan Erika aku kasih 4 hello kitty, semoga suka.








DAE HO'S DELIVERY SERVICE

0
| Kamis, 14 Januari 2016
WELCOME 



Penulis  : Pretty Angelia
Editor : Cicilia Prima
Desain Kover : Margaretta Devi & Ivana PD
Illustrator isi : Mico Prasetya
Penata isi : Yusuf Pramono

Penerbit : Grasindo
Cetakan : 1,  Agustus 2015
ISBN : 978-602-375-164-8


Blurb :

Han Dae-Ho, memutuskan tinggal sendiri di Seoul setelah ia mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung dari kedua orang tua yang ia sayangi. Dua bulan setelah menetap di Seoul, Dae-Ho mendapatkan pekerjaan sebagai pengantar surat. Dae-Ho akhirnya tahu ia bukanlah pengantar surat biasa. Choi Hyun-Ki, bosnya, menyuruhnya menjamin bahwa si penerima surat membaca surat itu. Karena surat-surat itu adalah surat yang tidak pernah disangka akan didapatkan si penerima.

Dae-Ho sangat menikmati pekerjaannya. Meski begitu ia tetap sulit melupakan keluarganya yang selama ini menemani hari-harinya. Termasuk Hana, gadis blasteran Korea dan Amerika Serikat yang sangat disukainya. Semakin Dae-Ho lari dari masa lalunya, masa lalu itu justru tiba-tiba datang di hadapannya. Dae-Ho pun bertanya-tanya, mengapa ia memerankan sebuah drama yang tidak pernah ingin dilakoninya ini?


"Dae-Ho tidak menyangka beginilah skenario Tuhan berjalan." (hal. 212)

Dae-Ho, seorang pemuda lulusan SMA kabur dari rumah karena tidak sanggup menerima kenyataan yang datang begitu saja tanpa menyapa terlebih dahulu. "Kenangan dan hantu masa lalu" seakan dikuburnya rapat-rapat dalam setengah bagian hidupnya. Dia ingin menjalani kehidupan barunya sebagai tukang pos. Tapi, tanpa dia sadari pekerjaannya sebagai tukang pos malah mengantarkannya pada pilihan masa depannya. 

"Saya jadi lebih menghargai diri saya sebagai manusia." (hal. 81)

Di novel ini tidak hanya menceritakan kehidupan Dae-Ho, lebih menekankan kehidupan para kliennya (antara si pengirim dan penerima surat). Setiap surat memiliki kisahnya sendiri. Dae-Ho's Delivery Service ini berbeda dengan jasa pengantar surat lainnya. Dia tidak hanya mengirimkan surat, Dae-Ho harus memastikan si penerima surat membacanya atau Dae-Ho sendiri yang akan membacakan. 

"Dae-Ho's Delivery Service, membantu kalian mengantarkan pesan yang tak bisa kalian ucapkan langsung pada orang yang dituju....." (hal. 2)

Ada beberapa kisah dari para klien Dae-Ho yang membuat hatiku terenyuh dan tersentak, aku pikir Kak Pretty mengambil salah satu kisah dari sebuah kasus kriminal di Indonesia dan meramunya dengan baik sesuai dengan budaya Korea. Aku bagi sedikit aja nihhhhh 3 kisah yang menurutku paling mengharukan, romantis, mengejutkan dan menghujam jantungg.

Kisah 1: Kasih Anak Sepanjang Jalan, kalau dibaca dari kalimatnya apa yang kalian pikirkan? Pasti anak itu bahagia banget karena hidup dengan orang tuanya. Tidak seperti itu. Dalam kisah ini, seorang anak malah berpisah dengan ibunya 20 tahun lamanya dan mereka dipertemukan oleh peristiwa yang sungguh tidak dapat diduga. Kayaknya kak Pretty mengangkat kisah ini dari berita kriminal Indonesia. Si ibu juga tidak akan pernah menyangkah bahwa selama si anak selalu merindukan ibu kandungnya. Dae-Ho terkejut ketika membacakan surat si anak, Choi Da-Hee pada ibunya, Eun-Kyung. Aku sesenggukan membaca kisah ini.

"Tidak akan ada anak yang melupakan ibu yang melahirkannya." (hal. 115)

Kisah 2 : Rahasia Setahun, rahasia yang disimpan selama setahun terkadang lebih baik ditutup rapat-rapat. Tae-Hyun tidak ingin menyembunyikannya dari Moon Joo-Eun. Rahasia tentang ucapan permintaan maaf dan kematian anak mereka, Min Ho. Meskipun menyakitkan, inilah kenyataan yang harus dihadapi oleh Moon Joo-Eun. Dae-Ho pun menganggap tidak sepenuhnya yang dilakukan oleh Min Ho adalah kesalahannya karena Min Ho masih memiliki hati yang mulia. Aku malah semakin meneteskan air mata membaca surat Min Ho.

"Eomma dan Appa juga mencintaimu, Min Ho, dulu, sekarang, dan untuk selamanya..." (hal. 129)

Kisah 3 : 6 Kings Forever, boy band yang sedang booming di Korea dengan beranggotakan Hyung-Jun, Kyu-Jong, Yong-Ha, Jung-Su, Il-Sung, dan Sang-Kyu. Awalnya mereka baik-baik saja, tapi siapa menyangka bahwa Hyung-Jun mengacau dan tiba-tiba keluar dari grup tanpa alasan jelas. Setelah dua bulan berlalu, Dae-Ho mengantarkan sebuah surat mengapa Hyung-Jun tiba-tiba saja meninggalkan 6 Kings Forever.

"Penyesalan hanya akan hilang jika seseorang yang menyesal itu memaafkan dirinya sendiri." (hal. 147)

Kisah 4 : Cinta Datang Terlambat, Park Seung-Hun selama lebih dari 10 tahun mencintai istrinya, Jin-Hee. Tapi, dia tidak memiliki waktu lebih banyak untuk kebersamaan mereka. Ya ... Dia mengorbankan dirinya untuk melindungi sang istri. Penyesalan selalu datang terlambat dan cinta Jin-Hee pun terlalu terlambat.

"Kalau kau punya orang yang sangat kau cintai, jangan pernah meninggalkannya , nanti malah kau yang ditinggalkan." (hal. 162)

Semenjak menjadi tukang pos, Dae-Ho paham bahwa di luar sana masih banyak orang yang lebih menderita daripada dirinya dengan berbagai masalah yang rumit. Dae-Ho mengalami sendiri kebahagiaan dan kepedihan seseorang terutama teman barunya, Song Sang-Min yang telah dilupakan oleh orang yang sangat dicintainya, Shin Young-Soon. Dae-Ho pun bersyukur dan mencoba menerima keluarga barunya karena surat dari Choi Hyun-Ki telah mengubah jalan hidupnya bersama ibu kandungnya, Choi Mee-Yon. 

"Aku baru menyadari ternyata dilupakan itu lebih menyakitkan dibanding ditinggalkan dan dikhianati." (hal. 46)

Itulah sepenggal kisah Dae-Ho dan para kliennya, sekarang waktunya kasihhh komentar sedikit ya kak :

1. Tema
 Aku suka banget sama tema yang diangkat oleh kak Pretty, jarang lho mengangkat tema tukang pos apalagi sampai harus bacain suratnya. Malah nggak pernah ada ya kak. Hehehheeee Kalau Dae-Ho's Delivery Service beneran ada aku pengin deh ngirim satu surat ke dia. Aku juga orangnya pendiam siihhh ...

2. Tokoh
Di dalam novel ini tidak hanya terfokus pada satu tokoh meskipun tokoh utamanya tetap Dae-Ho. Hehehhee Penggambaran kakak tentang karakteristik masing-masing tokoh bikin aku merinding. Kakak dapat ilham dari mana, setiap tokohnya itu seakan memiliki jiwa dan hidup. Bedaaa bangettt. Aku bacanya juga nggak bingung, malah asyik sih. Tokoh yang paling aku kagumi adalah Park Seung-Hun. Lelaki seperti dia ada kok di dunia ini. :)

3. Alur 
Alur maju-mundur cantiiknya ituuuu bikin nagih untuk baca berulang-kali kak. Aku nggak bosen lho kalau disuruh baca novel ini karena alurnya itu mengalir apa-adanya. Jadi, pembaca  dimanja dengan kisah-kisah yang unik.

4. Setting
Kakak riset nggak ya untuk setting? Atau emang kakak pernah ke sana sebelumnya? Atau emang kakak fans Korea banget? Setting dalam novel kakak lengkap bangetttttt dan detail. Aku jadi pengin Ulleungdo. Pantainya bikin mataku bersinar-sinar. Hehehheeee

5. Bahasa
Simple dan sederhana.

Ada beberapa kesalahan penulisan sih kak menurut aku lhooo ya kakk ...

1. hal. 101, paragraf 4, baris 5 :    ingin seharusnya ini
2. hal. 104, paragraf 8, baris 8 :    ini seharusnya nih
3. hal. 170, paragraf 9, baris 3 :    tentang atau perihal, menurutku dipilih salah satu saja 
4. hal. 189, paragraf 2, baris 12:   seharusnya kata aku dihilangkan saja



Aku begitu mengagumi Dae-Ho dan jatuh cinta pada Park Seung Hun, aku kasih kalian 4 Hello Kitty terunyu dehhh ... :)



 




 

Copyright © 2010 MY BOOK NOTE Blogger Template by Dzignine