My Book Note

My Book Note
The best friend is book

[REVIEW] -Kisah Perjuangan Para Aktivis Lautan-

3
| Minggu, 20 Maret 2016
PERFECT PURPLE



Penyunting naskah  :  Moemoe Rizal dan Irawati Subrata

Desain sampul  :  Inekeu Rahayu

Desain isi  :  Kulniya Sally

Proofreader  :  Febti Sribagusdadi Rahayu

Layout sampul dan seting isi  :  Tim Artistik dan Sherly

Cetakan  : Pertama, Bandung: Pastel Book, 2016

ISBN  :  978-602-7870-64-2


Blurb

Gadis keras kepala ini bernama Milly. Dia menyukai ungu, dan tahu apa yang dia inginkan. Masuk jurusan pilihan ibunya bukanlah keinginannya. Sementara itu berkampanye menyelamatkan paus minke adalah keinginannya. Apa pun risikonya.

Milly lantas mengarungi kapal berwarna ungu, berlayar menuju kutub selatan yang tampak keunguan dari kejauhan. Dia akan berupaya menyelamatkan paus dari perburuan. Mengenal orang-orang yang mendedikasikan nyawanya demi lingkungan. Dan, membenci mereka yang mengeruk sumber daya alam demi uang.

Namun, meskipun keras kepala sebetulnya keinginan Milly terus berubah. Mungkin suatu hari dia akan berhenti, dan kembali menjadi gadis biasa dari Pematangsiantar. Namun Milly bertemu laki-laki yang mengubah hidupnya dia atas kapal. Mengajarkannya deburan menyenangkan selain ombak dan keindahan warna ungu. Yaitu ...


***************

Setiap kehidupan memiliki warna tersendiri. Terkadang warna-warna tersebut memberikan kebahagiaan dan juga kesedihan. Malah tanpa kita sadari warna tersebut membawa kita pada sebuah takdir. Pertemuan yang akan mengubah jalan hidup kita. Menurut kamu, apa arti sebuah warna dalam hidupmu?


"People can criticize us and call us terrorists. We don't care. We never back down and we never compromise." (hal. 20)


Milly Kalindra, seorang siswi kelas XII SMA berumur 18 tahun yang tidak pernah menyangka jalan hidupnya akan berubah semenjak kedatangan Neal O'Mara, seorang pria bermata biru dan berambut pirang ke kota Pematangsiantar dalam rangka kampanye organisasi SNFS.

"SNFS adalah organisasi konservasi lautan non-profit yang berbasis di Inggris, dengan anggota dari berbagai penjuru dunia. Neal adalah salah satu aktivis di organisasi yang didirikan oleh kedua orangtuanya." (hal. 22)


Apalagi Neal melakukan perekrutan terbuka untuk anggota SNFS khusus di kota Pematangsiantar. Milly merasa ini adalah sebuah kesempatan bagi dirinya untuk meraih impiannya dan terbebas dari keditaktoran sang mama. Setelah mendengarkan berbagai penjelasan dari Neal, Milly semakin mantap mengikuti kampanye tersebut. Kalau tidak mendapatkan apa yang diinginkannya bukan Milly Kalindra namanya. Dia akan selalu berjuang dengan teguh hingga mendapatkan apa yang dia inginkan, terutama kebebasan dari sang mama. Meski kesulitan mendapatkan izin dari kedua orangtuanya, tapi karena tekad kuat Milly akhirnya dia mendapatkan izin menjadi seorang aktivis dan mengikuti pelatihan kamp di Australia. Setelah berbulan-bulan, Milly terpilih menjadi salah satu anggota yang akan berlayar menuju Kutub Selatan bersama Sinead Puple beserta Neal, Brooke, Peter, Alex, Rachel, Deborah, Brandon, Ace Peary, Alberto dan lainnya. 

"Orang-orang penuh tekad mengagumkan yang -sebenarnya- tidak dimengerti oleh Milly sepenuhnya." (hal. 55)


Walaupun Milly tetap saja tidak mengerti apa sih arti aktivis lautan ini padahal Milly sudah berlayar selama beberapa bulan. Milly selalu menolak, menolak dan menolak. Dia menyesal berkat kekeraskepalaannya. Dia mulai menyalahkan diri sendiri karena baginya tidak ada manfaat yang dia dapatkan selain pembantaian paus mengerikan, badai dan kerusakan-kerusakan Sinead Purple di waktu yang tidak tepat.


"Sinead Purple baik-baik saja. So, don't worry! It isn't worth it."

Milly tidak akan pernah membayangkan bahwa SNFS benar-benar bertekad memulangkan paksa kapal pemburu paus milik Jepang, sedikit radikal memang tapi SNFS tidak akan pernah menyerah menaklukkan para pemburu paus. 

"Mereka selalu beralasan kalau paus itu digunakan untuk riset. Itu alasan yang paling naif. Bagaimana bisa untuk keperluan riset saja membutuhkan lebih seribu ekor paus setiap tahunnya? Nyatanya, daging paus itu dijual untuk konsumsi masyarakat setempat. Sudah ratusan tahun Jepang memiliki kebiasaan menyantap daging paus." (hal. 87)

Setelah melihat video yang diambil oleh Brandon, Milly merasa semakin bersalah atas niatnya mengikuti kampanye SNFS dan dia malah berpikir untuk melakukan sesuatu demi melindungi paus dan lautan. Dia pun sempat menjadi berita utama akibat 'pesta minum kopi' di anjungan. Lhoo ... 

"Sinead Purple itu mirip sebuah sarang tempat para penggosip berkumpul. Jadi, ya, tentu saja beritanya sudah menyebar." (hal. 141)

Mama Milly telah memberikan restu kepada Milly untuk mengikuti kampanye SNFS tahun depan begitu juga tahun-tahun setelahnya. Kehidupan yang Milly jalani saat ini akan terus dia perjuangkan karena kali ini dia tidak menyesali keputusannya. 

"Percayalah, Neal, aku tahu risikonya. Dan, aku tidak keberatan sama sekali. Umurku mungkin masih muda, tapi aku juga tidak terlalu bodoh sampai kamu perlu mengulangi khotbahmu selama dua jam." (hal. 190)


*****


Perasaan hangat mulai menjalar ke seluruh tubuh Milly saat Neal berubah menjadi pengecut dan menggenggam tangannya. Momen termanisssssssss setelah melihat begitu banyak 'peperangan' antara pemburu paus dan para aktivis.


Wah ... Ini kali pertama aku diberi kepercayaan mengikuti baca bareng bersama kak Sisca meskipun reviewnya agak telat sedikit ya kak. Sejak awal aku melihat Perfect Purple di toko buku udah kepingin aja gitu aku angkat jadi anak dan dibawa pulang tapi apa daya si kantong masih tidak merestui. Emang kita berjodoh, melalui kak Rizky aku memiliki anak lagi. Menurutku Perfect Purple adalah cover termanis dari seluruh novel yang aku miliki. Kak Indah Hanaco bikin aku jatuh kepayang dehhhh. Mau dong sampai klepek-klepek lagi di karya-karya kakak selanjutnya.

Tema yang diambil pun memberikan aku banyak pelajaran. Peduli lingkungan dan lautan itu ternyata memang tidak segampang yang aku bayangkan. Aku merasa kagum pada Milly karena dia selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk menjadi aktivis lautan. Penginnn bangettssss...

Para tokoh dan karakter mereka, awalnya sih aku rasa porsinya kurang karena banyaknya tokoh yang berperan serta. Setelah dijawab oleh kak Indah, porsi mereka memang sudah pas karena Perfect Purple fokus pada kegiatan aktivisnya. Aku puas dengan jawaban Kak Indah. Bagiku, kurang tebal aja bukunya. Aku masih penasaran apa yang terjadi nantinya di Kepulauan Faroe. 

Alurnya maju-flashback membuatku seakan aku adalah Milly yang berjuang menerima keadaan karena keputusannya sendiri. Apalagi diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga semakin membuatku terhanyut pada setiap petualangan Milly. Kadang aku merasa jengkel juga sama Milly. Heheheee

Ending twist, ternyata Neal ituuuu .... Milly itu .... Eheheee Penasaran kan? Ada apa dengan Neal dan Milly? Aku nggak mau spoilerr ahhh ... 

Ada beberapa kesalahan penulisan menurutku, salah satunya adalah 'mempelambat' seharusnya 'memperlambat'. Ada juga beberapa kesalahan penempatan tanda baca tapi tidak terlalu berpengaruh karena aku sudah dibuat jatuh cinta oleh para paus. #ehhhhhhh


Untuk Milly dengan kekeraskepalaannya aku kasih ini nihhh 














LAST JOURNEY

0
| Senin, 22 Februari 2016

LAST JOURNEY



Editor : Cicilia Prima

Desainer Kover : Jang Shan & Ivana PD

Ilustrator isi : Mico Prasetya

Penata isi : Yusuf Pramono

Cetakan : Pertama, November 2015

ISBN : 978-602-375-265-2


Jika sehari terdiri dari 24 jam atau 1.440 menit atau 86.400 detik. Setidaknya, aku telah bernapas di muka bumi ini selama 528 jam atau 31.680 menit atau 1.900.800 detik.

Luar biasa bukan?

Namun, pertanyaan yang muncul di benakku sejak satu bulan yang lalu adalah berapa lama lagi jam biologisku akan berdetak mengikuti detik jam yang ada?

By the way, namaku Erika Natalia. Aku mahasiswi tingkat akhir Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Aku penderita leukimia kronis. Bisa jadi, Korea Selatan adalah perjalanan terakhirku!

*****

"Apa dosaku? Apa salahku?" (hal. 9)

Erika divonis menderita penyakit leukimia kronis. Selama dua bulan dia merasa dunia tidak lagi berpihak padanya. Dia yakin bahwa saat ini tidak akan ada lagi yang membantu hidupnya. Erika dibalut rasa kegelapan dan kengerian seakan masa depan tidak pernah lagi mengenggam impian-impiannya hingga dia dipertemukan oleh seseorang bernama Theo di suatu tempat yang tidak pernah sekalipun dia duga sebelumnya. 

"Hidup adalah rangkaian pelajaran yang harus dijalani untuk dipahami (cited Hellen Keller) dan selama proses itu berlangsung, Tuhan akan selalu menjaga dan melindungiku." (hal. 21)

Erika memilih Korea Selatan sebagai tempat pelarian dari keluarga dan juga kehidupannya di Jakarta. Dia merasa sesak terus dikasihani dan diberi perhatian lebih oleh kedua orang tua bahkan keluarga besarnya. Dia ingin menenangkan diri. Berharap Korea Selatan dapat memberikan jawaban atas segala pertanyaan yang terus berkecamuk dalam dirinya.

"Jika aku percaya bisa sembuh, apakah aku akan benar-benar sembuh?" (hal. 36)

Tapi, tetap saja jawaban itu tak kunjung datang malah semakin membebani hari-harinya dan dia terus merasa bersalah atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Walaupun keberadaan Theo selalu menghangatkan hatinya, masih ada ruang dalam hati Erika terkunci erat kegelisahan seandainya Theo tahu apa yang saat ini Erika hadapi.

"Karena perjalanan kita setiap hari sangat berharga -- kita harus berusaha menciptakannya sebagai sebuah karya besar. Setiap hari, setiap kali hilang, hilang selamanya. (cited John Wooden)" (hal. 71)

Erika sadar bahwa rencana Tuhan selalu baik adanya. Dia memiliki mimpi dan orang-orang yang begitu menyayanginya. Erika berjanji pada dirinya, dia tidak akan pernah berhenti berjuang melawan penyakitnya. Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan. Tuhan tidak akan pernah memberi cobaan kepada umat-Nya melebihi batasan kemampuan manusia. Tuhan sedang menguji Erika. Theo adalah hadiah terbesar yang Tuhan berikan pada Erika di saat  dia mengalami keterpurukan.

"Terima kasih Tuhan, untuk seorang Theo yang mencintaiku apa adanya." (hal. 101)

*****

Yeiiiiii ... Akhirnya dapat juga nih novelnya. Pertama kali launching aku udah penginnn bangetts sama novel Kak Evi yang satu ini. Beberapa kali ikutan giveaway masih belum beruntung. Akhirnya, Tuhan kasih aku rejeki dan kebeli juga novel "Last Journey". Betapa terkejutnya aku sewaktu membuka lembar pertama itu adalah comment dari para senior blogger. Wah ... Kak Evi memang benar-benar menghargai para blogger di Indonesia. Salut buat Kak Evi. Aku juga dibuat jatuh cinta oleh kehangatan Theo dan perjuangan Erika. Amazing. Ternyata peribahasa dari mata jatuh ke hati ntu nggak pernah salah...

  • Dari segi cover : Warnanya yang pinky bangettt (my favourite) dan seorang wanita duduk sambil memeluk tas ransel serta tidak lupa juga koper biru yang manis di sebelahnya. Aku penasaran sih kak Evi kok ada gambar pororo di kopernya? Heheheee 
  • Dari segi tema : I love that. Secara tidak langsung kak Evi memberikan semangat pada para pembaca bahwa di dunia ini masih banyak yang jauh lebih menderita. Tuhan tidak akan pernah menutup mata tergantung kita sendiri mau berusaha dan tidak lupa juga selalu berdoa serta mengucap syukur.
  • Dari segi tokoh : Memorable bangetttss, termasuk Linda dan Herman, Anita dan James, Melisa dan Hari. Meskipun porsinya lebih sedikit tapi Kak Evi memberikan sentuhan manis dalam setiap karakter mereka. Bukan sekedar tempelan atau pemeran figuran saja.
  • Dari segi alur : Alurnya maju sama seperti Erika yang berusaha untuk terus maju dan menggapai mimpinya.
  • Dari segi setting : Wah ... Aku serasa diajak berkeliling Korea Selatan nih. Ada jadwal tournya lhooo di bagian awal novel. Aku palingggg terpesona dengan keindahan Mt. Seoraksan. Apalagiiii ....... Hohohohooooo
  • Dari segi kesalahan : Meskipun ada beberapa typo sih kak Evi, tetap nggak mempengaruhi dan bikin aku bingung kok. Hanya salah penulisan saja. 



Pinjem kaca mata mama. Hueheheeee






Untuk perjuangan Erika aku kasih 4 hello kitty, semoga suka.








DAE HO'S DELIVERY SERVICE

0
| Kamis, 14 Januari 2016
WELCOME 



Penulis  : Pretty Angelia
Editor : Cicilia Prima
Desain Kover : Margaretta Devi & Ivana PD
Illustrator isi : Mico Prasetya
Penata isi : Yusuf Pramono

Penerbit : Grasindo
Cetakan : 1,  Agustus 2015
ISBN : 978-602-375-164-8


Blurb :

Han Dae-Ho, memutuskan tinggal sendiri di Seoul setelah ia mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung dari kedua orang tua yang ia sayangi. Dua bulan setelah menetap di Seoul, Dae-Ho mendapatkan pekerjaan sebagai pengantar surat. Dae-Ho akhirnya tahu ia bukanlah pengantar surat biasa. Choi Hyun-Ki, bosnya, menyuruhnya menjamin bahwa si penerima surat membaca surat itu. Karena surat-surat itu adalah surat yang tidak pernah disangka akan didapatkan si penerima.

Dae-Ho sangat menikmati pekerjaannya. Meski begitu ia tetap sulit melupakan keluarganya yang selama ini menemani hari-harinya. Termasuk Hana, gadis blasteran Korea dan Amerika Serikat yang sangat disukainya. Semakin Dae-Ho lari dari masa lalunya, masa lalu itu justru tiba-tiba datang di hadapannya. Dae-Ho pun bertanya-tanya, mengapa ia memerankan sebuah drama yang tidak pernah ingin dilakoninya ini?


"Dae-Ho tidak menyangka beginilah skenario Tuhan berjalan." (hal. 212)

Dae-Ho, seorang pemuda lulusan SMA kabur dari rumah karena tidak sanggup menerima kenyataan yang datang begitu saja tanpa menyapa terlebih dahulu. "Kenangan dan hantu masa lalu" seakan dikuburnya rapat-rapat dalam setengah bagian hidupnya. Dia ingin menjalani kehidupan barunya sebagai tukang pos. Tapi, tanpa dia sadari pekerjaannya sebagai tukang pos malah mengantarkannya pada pilihan masa depannya. 

"Saya jadi lebih menghargai diri saya sebagai manusia." (hal. 81)

Di novel ini tidak hanya menceritakan kehidupan Dae-Ho, lebih menekankan kehidupan para kliennya (antara si pengirim dan penerima surat). Setiap surat memiliki kisahnya sendiri. Dae-Ho's Delivery Service ini berbeda dengan jasa pengantar surat lainnya. Dia tidak hanya mengirimkan surat, Dae-Ho harus memastikan si penerima surat membacanya atau Dae-Ho sendiri yang akan membacakan. 

"Dae-Ho's Delivery Service, membantu kalian mengantarkan pesan yang tak bisa kalian ucapkan langsung pada orang yang dituju....." (hal. 2)

Ada beberapa kisah dari para klien Dae-Ho yang membuat hatiku terenyuh dan tersentak, aku pikir Kak Pretty mengambil salah satu kisah dari sebuah kasus kriminal di Indonesia dan meramunya dengan baik sesuai dengan budaya Korea. Aku bagi sedikit aja nihhhhh 3 kisah yang menurutku paling mengharukan, romantis, mengejutkan dan menghujam jantungg.

Kisah 1: Kasih Anak Sepanjang Jalan, kalau dibaca dari kalimatnya apa yang kalian pikirkan? Pasti anak itu bahagia banget karena hidup dengan orang tuanya. Tidak seperti itu. Dalam kisah ini, seorang anak malah berpisah dengan ibunya 20 tahun lamanya dan mereka dipertemukan oleh peristiwa yang sungguh tidak dapat diduga. Kayaknya kak Pretty mengangkat kisah ini dari berita kriminal Indonesia. Si ibu juga tidak akan pernah menyangkah bahwa selama si anak selalu merindukan ibu kandungnya. Dae-Ho terkejut ketika membacakan surat si anak, Choi Da-Hee pada ibunya, Eun-Kyung. Aku sesenggukan membaca kisah ini.

"Tidak akan ada anak yang melupakan ibu yang melahirkannya." (hal. 115)

Kisah 2 : Rahasia Setahun, rahasia yang disimpan selama setahun terkadang lebih baik ditutup rapat-rapat. Tae-Hyun tidak ingin menyembunyikannya dari Moon Joo-Eun. Rahasia tentang ucapan permintaan maaf dan kematian anak mereka, Min Ho. Meskipun menyakitkan, inilah kenyataan yang harus dihadapi oleh Moon Joo-Eun. Dae-Ho pun menganggap tidak sepenuhnya yang dilakukan oleh Min Ho adalah kesalahannya karena Min Ho masih memiliki hati yang mulia. Aku malah semakin meneteskan air mata membaca surat Min Ho.

"Eomma dan Appa juga mencintaimu, Min Ho, dulu, sekarang, dan untuk selamanya..." (hal. 129)

Kisah 3 : 6 Kings Forever, boy band yang sedang booming di Korea dengan beranggotakan Hyung-Jun, Kyu-Jong, Yong-Ha, Jung-Su, Il-Sung, dan Sang-Kyu. Awalnya mereka baik-baik saja, tapi siapa menyangka bahwa Hyung-Jun mengacau dan tiba-tiba keluar dari grup tanpa alasan jelas. Setelah dua bulan berlalu, Dae-Ho mengantarkan sebuah surat mengapa Hyung-Jun tiba-tiba saja meninggalkan 6 Kings Forever.

"Penyesalan hanya akan hilang jika seseorang yang menyesal itu memaafkan dirinya sendiri." (hal. 147)

Kisah 4 : Cinta Datang Terlambat, Park Seung-Hun selama lebih dari 10 tahun mencintai istrinya, Jin-Hee. Tapi, dia tidak memiliki waktu lebih banyak untuk kebersamaan mereka. Ya ... Dia mengorbankan dirinya untuk melindungi sang istri. Penyesalan selalu datang terlambat dan cinta Jin-Hee pun terlalu terlambat.

"Kalau kau punya orang yang sangat kau cintai, jangan pernah meninggalkannya , nanti malah kau yang ditinggalkan." (hal. 162)

Semenjak menjadi tukang pos, Dae-Ho paham bahwa di luar sana masih banyak orang yang lebih menderita daripada dirinya dengan berbagai masalah yang rumit. Dae-Ho mengalami sendiri kebahagiaan dan kepedihan seseorang terutama teman barunya, Song Sang-Min yang telah dilupakan oleh orang yang sangat dicintainya, Shin Young-Soon. Dae-Ho pun bersyukur dan mencoba menerima keluarga barunya karena surat dari Choi Hyun-Ki telah mengubah jalan hidupnya bersama ibu kandungnya, Choi Mee-Yon. 

"Aku baru menyadari ternyata dilupakan itu lebih menyakitkan dibanding ditinggalkan dan dikhianati." (hal. 46)

Itulah sepenggal kisah Dae-Ho dan para kliennya, sekarang waktunya kasihhh komentar sedikit ya kak :

1. Tema
 Aku suka banget sama tema yang diangkat oleh kak Pretty, jarang lho mengangkat tema tukang pos apalagi sampai harus bacain suratnya. Malah nggak pernah ada ya kak. Hehehheeee Kalau Dae-Ho's Delivery Service beneran ada aku pengin deh ngirim satu surat ke dia. Aku juga orangnya pendiam siihhh ...

2. Tokoh
Di dalam novel ini tidak hanya terfokus pada satu tokoh meskipun tokoh utamanya tetap Dae-Ho. Hehehhee Penggambaran kakak tentang karakteristik masing-masing tokoh bikin aku merinding. Kakak dapat ilham dari mana, setiap tokohnya itu seakan memiliki jiwa dan hidup. Bedaaa bangettt. Aku bacanya juga nggak bingung, malah asyik sih. Tokoh yang paling aku kagumi adalah Park Seung-Hun. Lelaki seperti dia ada kok di dunia ini. :)

3. Alur 
Alur maju-mundur cantiiknya ituuuu bikin nagih untuk baca berulang-kali kak. Aku nggak bosen lho kalau disuruh baca novel ini karena alurnya itu mengalir apa-adanya. Jadi, pembaca  dimanja dengan kisah-kisah yang unik.

4. Setting
Kakak riset nggak ya untuk setting? Atau emang kakak pernah ke sana sebelumnya? Atau emang kakak fans Korea banget? Setting dalam novel kakak lengkap bangetttttt dan detail. Aku jadi pengin Ulleungdo. Pantainya bikin mataku bersinar-sinar. Hehehheeee

5. Bahasa
Simple dan sederhana.

Ada beberapa kesalahan penulisan sih kak menurut aku lhooo ya kakk ...

1. hal. 101, paragraf 4, baris 5 :    ingin seharusnya ini
2. hal. 104, paragraf 8, baris 8 :    ini seharusnya nih
3. hal. 170, paragraf 9, baris 3 :    tentang atau perihal, menurutku dipilih salah satu saja 
4. hal. 189, paragraf 2, baris 12:   seharusnya kata aku dihilangkan saja



Aku begitu mengagumi Dae-Ho dan jatuh cinta pada Park Seung Hun, aku kasih kalian 4 Hello Kitty terunyu dehhh ... :)



 




GIVEAWAY (OPERATION : BREAK CASSANOVA'S HEART)

1
| Sabtu, 07 November 2015
Hayyyy, guys! Ada kabar gembira nih! Ikutan GA Operation : Break Cassanova's Heart yuk di blognya Kak Biondy Alfian sampai tanggal 11 November 2015 lhoooo. Buruan! Jangan sampai ketinggalan! Ini linknya :

http://kireinasekai.blogspot.co.id/2015/11/giveaway-break-cassanovas-heart.html

Ini adalah lini terbaru dari Penerbit Haru "Phil-Fict".



Promosi GA "So, I Married The Anti Fan"

0
| Minggu, 25 Oktober 2015

Ikutan rangkaian Blogtour (Giveaway "So, I Married The Anti Fan).

Nih, hadiah-hadiahnya :
  1. 1 novel So, I Married the Anti-fan
  2. 1 buku Haru acak.


<jadwal blog tour So, I Married the Anti-fan>

20 Oktober
Dinar Arisandy
Twitter: @dinar_arisandy

22 Oktober
Ken Astri D.
Twitter: @orion____

24 Oktober
Ria Destriana
Twitter: @riadestriana

26 Oktober
Biondy Alfian

28 Oktober
Jenny Thalia Faurine

30 Oktober
Oktabri Erwanda

1 November
Ariansyah

3 November
Hilmi Tsuraya Zulfania

5 November
Fery Juni Ismarianto

7 November
Fikriah Azhari

9 November
Cut Lilis Rusnata

11 November
Dini Y. Nurhasanah

13 November
Wardahtuljannah

15 November
Dyah Muawiyah

17 November
Ivana

19 November
Orinthia Lee

21 November
Fauziyyah Arimi


Nah ... Udah tahu kan jadwalnya? Buruan deh ikutan! Jangan sia-siakan kesempatan ini! :)

(BLOGTOUR) GIVEAWAY "P . S. I STILL LOVE YOU"

0
| Sabtu, 17 Oktober 2015
Kali ini dari Penerbit Spring akan memberikan 2 novel "P. S. I Still Love You". Kak Biondy Alfian bekerja sama dengan Penerbit Spring untuk mengadakan Giveaway novel tersebut. Cara ikut GA? Simak aturan ini dulu dengan mengisi Rafflecopter di blog http://kireinasekai.blogspot.co.id/2015/10/blogtour-giveaway-p-s-i-still-love-you.html.

Buruan lho Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 29 Oktober. Masih lama bangettt kan?? Jangan sampai ketinggalan ya :) 

Nanti juga ada Kuis Finale lho, jadi kalian harus ngumpulin potongan-potongan pertanyaan dari setiap blog. Hadiah untuk kuis Finale ini adalah novel "P.S. I Still Love You" dan paket Emerald Green Label. Keren kan??? Makanya buruan ikut!










REVIEW "LARA (A Dark Story of A Woman)

1
| Rabu, 07 Oktober 2015


Penulis  : Sybill Affiat
Editor  : Weka Swasti
Proof Reader  : Herlina P. Dewi
Desain Cover  : Theresia Rosary
Layout isi  : Sindy Fatika
Penerbit  : Stiletto Book
Cetakan  : 1, April 2015
ISBN  : 978-602-7572-38-6



Blurb



"L-a-r-a? tolong aku?!"
Tampilan layar komputer memunculkan sosok perempuan berwajah putih pucat. Rambut panjang kusut masai menutupi sebagian wajahnya yang semakin mendekat, hingga hanya tampak sepasang mata yang terus menatap dengan sorot dingin dan hampa. Lara menjerit sekencang-kencangnya dan menutup komputernya dengan sekali empasan.


Namaku Larashinta. Panggil aku Lara.

Aku benar-benar tak mampu lagi menyangkal perasaan aneh yang semakin berat menggelayuti hati dan pikiran. Aku merasa seperti mengambang dan tidak berada di dalam kehidupanku. Aku bahkan tidak bisa mengingat jadwal kuliah dan tugas-tugasku. Aku benar-benar terasing, seolah hidup sendirian di dunia ini. Aku tidak bisa berteman dengan sahabat dan teman-temanku, aku juga tidak bisa mengobrol santai dengan Mbak Saras, kakakku.

Situasi ini membuatku frustasi. Rasanya bagaikan berjalan di atas bumi yang kehilangan daya gravitasi. Segala usaha yang aku lakukan untuk menjejakkan kaki di atas daratan terasa sia-sia. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?



Lara, seorang remaja yang masih duduk di bangku kuliah harus menghadapi tekanan batin karena sang ibu memilih tidak menganggap Lara adalah anaknya semenjak kematian sang ayah. Ditambah lagi dengan kepergian kakak Lara, Saras ke Singapura untuk melanjutkan studinya. Lara merasa tidak ada lagi yang menyayangi dia. Sampai suatu saat, sebuah kejadian mengerikan menimpanya dan membuat Lara merasa terombang-ambing dalam dua dunia.


"Aku baru saja melalui sebuah perjalanan yang terasa begitu nyata, tapi juga terasa bagai mimpi buruk yang sungguh aneh dan menyeramkan." (hlm. 17)


Lara tetap merasa terasing di dunia. Dia berusaha mengingat satu per satu sosok yang begitu penting dalam hidupnya. Dia berhasil mendapatkan gambaran tentang sosok kekasihnya, Rayan.


"Rayan ... kekasihku." (hlm. 23)


Rayan, kekasih Lara yang sangat dibenci oleh ibunya karena sifat Rayan yang mabuk-mabukan dan memakai narkoba. Berulang kali Lara berjanji pada Saras untuk memutuskan Rayan dan berulang kali juga Lara tidak sanggup memutuskan Rayan. Dia berjanji akan berubah demi cintanya kepada Lara. Saras memikirkan kebahagiaan Lara, meskipun dia sendiri sedang ada masalah di Singapura.


"Hidup ini aneh." (hlm. 59)


Saras mengajukan diri untuk mengajak Lara memutuskan Rayan demi kebaikan Lara sendiri. Mereka janjian bertemu di kelab tempat mereka biasa nongkrong. Saras dan Lara kadang kala bersenang-senang dan menenggak minuman beralkohol untuk sesaat menghilangkan kepenatan karena mereka frustasi atas sikap ibu dan juga kehidupan mereka. Tidak ada lagi harapan untuk mereka. 


"Hingga saat ini, aku hanya merangkai hidup dengan menjalankan kewajiban sebagai seorang anak dan adik sebatas kemampuanku." (hlm. 65)


Saras berkepribadian cuek sebagai self defense mechanism untuk kerapuhan hati Saras atas sikap keluarga dan hidupnya saat ini. Di balik sikap cueknya itu, Saras menyimpan sebuah rahasia besar dan dia membutuhkan Lara. Lara juga masih belum mengetahui situasi yang menimpa dirinya. Lara adalah jiwa yang sedang berkeliaran saat ini. Dia belum mengetahuinya atau masih belum menerimanya.


"Ada jiwa-jiwa manusia yang berkeliaran di dunia ini, meninggalkan badannya seperti empty vessel, hanya sebuah kapal kosong." (hlm. 104)


Mbok Yam lah yang menjadi penghubung antara Saras dan Lara. Mbok Yam, seorang wanita berusia enam puluhan yang bekerja di rumah Lara semenjak mereka kecil. Dia juga mempunyai seorang anak perempuan bernama Nasmi dan meminta bantuan Lara supaya Mbok Yam mengikhlaskan kepergiannya. 


"Mendoakan adalah jalan yang terbaik." (hlm. 127)


Lara mulai tersadar bahwa dia tidak berada di dunia manusia lagi semenjak pertemuannya dengan Mbak Saras yang menumpang dalam tubuh Mbok Yam. Sebuah tabir yang sebenarnya telah terkuak. 


"Kenyataan yang teramat pahit dan terlalu jauh dari keinginanku serta pengharapanku sebagai seorang anak manusia." (hlm. 139)


Tapi di balik kenyataan pahit dalam hidup Lara, ada dua orang sahabat yang selalu mendukung Lara tanpa dia sadari. Faira, sahabat  terbaik Lara dan Dimas, sahabat Lara sejak kecil. Dimas selalu tulus mencintai Lara tanpa sepengetahuannya.


"Aku mencintai kamu tanpa pernah mengerti mengapa bisa suatu rasa tumbuh begitu besar di dalam diriku." (hlm. 225)


Lara sebuah novel yang menceritakan tentang kekelaman hidup seorang wanita. Entah itu dengan keluarga, pacar dan sahabat. Di kehidupan Lara tidak ada satu pun secercah cahaya yang menghiasi hidupnya. Saras meninggalkannya, Rayan tetap tidak berubah, ibu yang terus-menerus tenggelam dalam kegelapan. Lara merasa dunia tidak lagi menginginkannya.

Kak Sybill menggunakan alur maju-mundur sehingga pembaca tidak bertanya-tanya siapa Saras, Rayan, Dimas, Faira dan Mbok Yam. Meskipun cerita ini terlalu banyak menggunakan flashback (aku agak bingung sih di awal), aku terhanyut dalam alur ceritanya. Dengan menggunakan POV 1, cerita bergenre dark ini dapat dinikmati seluruh pembaca karena kak Sybill menulisnya dari perspektif yang berbeda. Biar nggak penasaran, buruan koleksiii.


Ada beberapa kesalahan :
1. Terdapat kesamaan kata dalam 1 kalimat (di dalam dalam genggamanku). - hlm. 15 -

2. Menurutku terlalu banyak kata 'hampa' sih.
3. Sedikit kesalahan penulisan (pipnya - pipinya). - hlm. 189 -


Ada beberapa sindiran dalam novel :
1. "Kalau saja dahulu keluarga kami tidak diberikan segalanya dengan mudah, barangkali keluarga kami akan menjadi lebih terlatih untuk menghadapi kerasnya kondisi kehidupan kami setelahnya." (hlm. 27)
2. "Seperti tinggal di kota mati yang dipenuhi mayat hidup." (hlm. 29)
3. "Tidakkah Ibu tahu, bahwa bukan hanya dia yang kehilangan? Kami pun kehilangan seorang ayah." (hlm. 30)
4. "Sikap Ibu memberikan dampak psikis yang sangat dalam pada kami, anak-anaknya. (hlm. 32)
5. "Kamu harus realistis!" (hlm. 41)


Nah ...  A Dark Story Of Lara, aku beri ...


 












 

Copyright © 2010 MY BOOK NOTE Blogger Template by Dzignine