REVIEW "LARA (A Dark Story of A Woman)

| Rabu, 07 Oktober 2015


Penulis  : Sybill Affiat
Editor  : Weka Swasti
Proof Reader  : Herlina P. Dewi
Desain Cover  : Theresia Rosary
Layout isi  : Sindy Fatika
Penerbit  : Stiletto Book
Cetakan  : 1, April 2015
ISBN  : 978-602-7572-38-6



Blurb



"L-a-r-a? tolong aku?!"
Tampilan layar komputer memunculkan sosok perempuan berwajah putih pucat. Rambut panjang kusut masai menutupi sebagian wajahnya yang semakin mendekat, hingga hanya tampak sepasang mata yang terus menatap dengan sorot dingin dan hampa. Lara menjerit sekencang-kencangnya dan menutup komputernya dengan sekali empasan.


Namaku Larashinta. Panggil aku Lara.

Aku benar-benar tak mampu lagi menyangkal perasaan aneh yang semakin berat menggelayuti hati dan pikiran. Aku merasa seperti mengambang dan tidak berada di dalam kehidupanku. Aku bahkan tidak bisa mengingat jadwal kuliah dan tugas-tugasku. Aku benar-benar terasing, seolah hidup sendirian di dunia ini. Aku tidak bisa berteman dengan sahabat dan teman-temanku, aku juga tidak bisa mengobrol santai dengan Mbak Saras, kakakku.

Situasi ini membuatku frustasi. Rasanya bagaikan berjalan di atas bumi yang kehilangan daya gravitasi. Segala usaha yang aku lakukan untuk menjejakkan kaki di atas daratan terasa sia-sia. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?



Lara, seorang remaja yang masih duduk di bangku kuliah harus menghadapi tekanan batin karena sang ibu memilih tidak menganggap Lara adalah anaknya semenjak kematian sang ayah. Ditambah lagi dengan kepergian kakak Lara, Saras ke Singapura untuk melanjutkan studinya. Lara merasa tidak ada lagi yang menyayangi dia. Sampai suatu saat, sebuah kejadian mengerikan menimpanya dan membuat Lara merasa terombang-ambing dalam dua dunia.


"Aku baru saja melalui sebuah perjalanan yang terasa begitu nyata, tapi juga terasa bagai mimpi buruk yang sungguh aneh dan menyeramkan." (hlm. 17)


Lara tetap merasa terasing di dunia. Dia berusaha mengingat satu per satu sosok yang begitu penting dalam hidupnya. Dia berhasil mendapatkan gambaran tentang sosok kekasihnya, Rayan.


"Rayan ... kekasihku." (hlm. 23)


Rayan, kekasih Lara yang sangat dibenci oleh ibunya karena sifat Rayan yang mabuk-mabukan dan memakai narkoba. Berulang kali Lara berjanji pada Saras untuk memutuskan Rayan dan berulang kali juga Lara tidak sanggup memutuskan Rayan. Dia berjanji akan berubah demi cintanya kepada Lara. Saras memikirkan kebahagiaan Lara, meskipun dia sendiri sedang ada masalah di Singapura.


"Hidup ini aneh." (hlm. 59)


Saras mengajukan diri untuk mengajak Lara memutuskan Rayan demi kebaikan Lara sendiri. Mereka janjian bertemu di kelab tempat mereka biasa nongkrong. Saras dan Lara kadang kala bersenang-senang dan menenggak minuman beralkohol untuk sesaat menghilangkan kepenatan karena mereka frustasi atas sikap ibu dan juga kehidupan mereka. Tidak ada lagi harapan untuk mereka. 


"Hingga saat ini, aku hanya merangkai hidup dengan menjalankan kewajiban sebagai seorang anak dan adik sebatas kemampuanku." (hlm. 65)


Saras berkepribadian cuek sebagai self defense mechanism untuk kerapuhan hati Saras atas sikap keluarga dan hidupnya saat ini. Di balik sikap cueknya itu, Saras menyimpan sebuah rahasia besar dan dia membutuhkan Lara. Lara juga masih belum mengetahui situasi yang menimpa dirinya. Lara adalah jiwa yang sedang berkeliaran saat ini. Dia belum mengetahuinya atau masih belum menerimanya.


"Ada jiwa-jiwa manusia yang berkeliaran di dunia ini, meninggalkan badannya seperti empty vessel, hanya sebuah kapal kosong." (hlm. 104)


Mbok Yam lah yang menjadi penghubung antara Saras dan Lara. Mbok Yam, seorang wanita berusia enam puluhan yang bekerja di rumah Lara semenjak mereka kecil. Dia juga mempunyai seorang anak perempuan bernama Nasmi dan meminta bantuan Lara supaya Mbok Yam mengikhlaskan kepergiannya. 


"Mendoakan adalah jalan yang terbaik." (hlm. 127)


Lara mulai tersadar bahwa dia tidak berada di dunia manusia lagi semenjak pertemuannya dengan Mbak Saras yang menumpang dalam tubuh Mbok Yam. Sebuah tabir yang sebenarnya telah terkuak. 


"Kenyataan yang teramat pahit dan terlalu jauh dari keinginanku serta pengharapanku sebagai seorang anak manusia." (hlm. 139)


Tapi di balik kenyataan pahit dalam hidup Lara, ada dua orang sahabat yang selalu mendukung Lara tanpa dia sadari. Faira, sahabat  terbaik Lara dan Dimas, sahabat Lara sejak kecil. Dimas selalu tulus mencintai Lara tanpa sepengetahuannya.


"Aku mencintai kamu tanpa pernah mengerti mengapa bisa suatu rasa tumbuh begitu besar di dalam diriku." (hlm. 225)


Lara sebuah novel yang menceritakan tentang kekelaman hidup seorang wanita. Entah itu dengan keluarga, pacar dan sahabat. Di kehidupan Lara tidak ada satu pun secercah cahaya yang menghiasi hidupnya. Saras meninggalkannya, Rayan tetap tidak berubah, ibu yang terus-menerus tenggelam dalam kegelapan. Lara merasa dunia tidak lagi menginginkannya.

Kak Sybill menggunakan alur maju-mundur sehingga pembaca tidak bertanya-tanya siapa Saras, Rayan, Dimas, Faira dan Mbok Yam. Meskipun cerita ini terlalu banyak menggunakan flashback (aku agak bingung sih di awal), aku terhanyut dalam alur ceritanya. Dengan menggunakan POV 1, cerita bergenre dark ini dapat dinikmati seluruh pembaca karena kak Sybill menulisnya dari perspektif yang berbeda. Biar nggak penasaran, buruan koleksiii.


Ada beberapa kesalahan :
1. Terdapat kesamaan kata dalam 1 kalimat (di dalam dalam genggamanku). - hlm. 15 -

2. Menurutku terlalu banyak kata 'hampa' sih.
3. Sedikit kesalahan penulisan (pipnya - pipinya). - hlm. 189 -


Ada beberapa sindiran dalam novel :
1. "Kalau saja dahulu keluarga kami tidak diberikan segalanya dengan mudah, barangkali keluarga kami akan menjadi lebih terlatih untuk menghadapi kerasnya kondisi kehidupan kami setelahnya." (hlm. 27)
2. "Seperti tinggal di kota mati yang dipenuhi mayat hidup." (hlm. 29)
3. "Tidakkah Ibu tahu, bahwa bukan hanya dia yang kehilangan? Kami pun kehilangan seorang ayah." (hlm. 30)
4. "Sikap Ibu memberikan dampak psikis yang sangat dalam pada kami, anak-anaknya. (hlm. 32)
5. "Kamu harus realistis!" (hlm. 41)


Nah ...  A Dark Story Of Lara, aku beri ...


 












1 komentar:

{ Intan Novriza Kamala Sari } at: 11 Oktober 2015 05.45 mengatakan...

Hai. Sukses ya lombanya :)

Posting Komentar

 

Copyright © 2010 MY BOOK NOTE Blogger Template by Dzignine